Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Ganbatte

Hallo blogfans...
Alhamdulillah gue masih bisa nulis di blog ini lagi yaaaa. Sorry banget dari awal tahun gue baru posting beberapa macam post yang kurang menarik dan seru. Tapi ya seperti biasa gue di blogger kan hanya ingin meluapkan sesuatu yang sudah gue alami. Dan sampai sekarang gue bertahan dengan keadaan dan kondisi gue yang lampu kuning banget! Gue lagi emergensi karena sebentar lagi gue UN. #prayforfina but it's okay. Intinya mingu-minggu ini gue lagi sibuk ngurusin ujian gue. Waktu tanggal 24 Februari gue Try Out se-Provinsi. Habis itu cuma dikasih waktu 1 minggu buat nyiapin ujian praktek. And finally tanggal 3 Maret *kemarin gue resmi ujian praktek. jadwalnya gila banget! perbandingan anak IPA dan IPS bedanya luar biasa. Kita anak IPA 1 hari 2 pelajaran. Dan sedangkan anak IPS hanya 1 pelajaran. Dan jujur aja agak gimanaaaa gitu... Kita anak IPA masih pada sibuk pindah-pindah lokasi ujian praktek, sementara temen-temen IPS gue udah pindah ke rumahnya masing-masing. Ya agak kurang fair lah... tapi ya kembali lagi deh. Kita lihat dari sisi kita, gimana caranya mengatur jadwal belajar, main, dan mempersiapkan ujian...

Kamis, 29 Agustus 2013

Just Friends? or Best Friends?

Hallo teman-teman semuaaaa!!
Baru nyapa kalian lagi nih guys. Aduh ga nyangka postingan terakhirnya Januari tanggal 13. Ya ampuuuuun kangen kalian deeeh…

Sebelumnya Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin ya…

Say Happy Birthday to me first… HAPPY BIRTHDAY FINAAA!! I Hope ‘I’ can be a useful human. I really hope, can study in the best University!!! Aamiin…

Untuk Indonesia Selamat Hari Raya Kemerdekaan yang ke-68. Semakin merdeka ya, jangan mau dijajah lagi hihi…

Rabu, 25 Juli 2012

sudah sudah sudah sudah sudaaaaah!

Aku merasa tidak di anggap disana. Lebih baik aku tak pernah untuk datang dan berkumpul lagi dengan mereka. Mengundang pun tidak. Terima kasih. Tapi tak pernah ada rasa ingin sekali menjauhi. Karena memang mereka bagian dari hidupku. Walaupun sekalinya mereka khianati. Sedih, sesak rasanya. Apa aku bukan bagian dari mereka? Di kabari saja tidak ada. Ya tuhan. Kurasa nomor telfonku sudah tersebar ke petinggi yang ada. Aku masih bersabar. Sampai saat ini. Sampai pada akhirnya mereka tidak membutuhkanku atau malah sebaliknya. Aku tak butuh mereka. Teman masih banyak. Mungkin beda daripada mereka. Sudahlah! Tak perlu fikirkan mereka! Now, I don’t care. They not care with me. Yasudah! Anggap saja tak ada.